Di sela-sela pertemuan World Health Assembly ke 64, Menteri Kesehatan RI dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kesehatan Republik Rakyat Cina tanggal 17 Mei 2011 di Jenewa.

Dalam pertemuan bilateral dibahas kemungkinan kerjasama kesehatan “Joint Commitment tentang pengawasan obat-obatan yang beredar di kedua negara”.

Peningkatan kerjasama Badan POM Indonesia dengan State Food and Drugs Adminiatration Cina untuk Traditional Medicine”; “Peningkatan kerjasama di bidang penelitian obat Tradisional”, dan “Pengembangan Sister Hospital untuk Transplantasi Hati”.

Selain itu dalam pertemuan bilateral tersebut Menteri Kesehatan RI juga meminta dukungan Pemerintah Cina atas pencalonan Prof. Dr. Indroyono Soesilo sebagai calon Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). Indroyono adalah doktor lulusan Universitas IOWA yang saat ini menjabat Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

Visi yang akan dijalankan Prof. Indroyono dalam memimpin FAO nantinya yaitu pangan harus tersedia, terjangkau/terbeli dan aman dari segi kesehatan dan kehalalannya. Adapun misi untuk mengurangi tingkat kelaparan dunia yaitu bantuan langsung kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Di akhir pertemuan tersebut Menkes RI mengundang Menkes Cina untuk melakukan kunjungan kerja ke Indonesia membahas lebih lanjut komitmen kerja sama dengan pemerintah Indonesia.

World Health Assembly (WHA) ke 64 di Jenewa diselenggarakan pada tanggal 16 – 24 Mei 2011. Sidang kali ini bertema “Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular”. Dihadiri oleh 193 negara anggota seperti rilis yang diterima hari ini.

Sumber : kabarindo.com

Sebanyak 16 orang di Eropa telah meninggal dan ratusan lainnya tengah dirawat di rumah sakit akibat infeksi bakteri serius. Ini tentunya menyebabkan rasa khawatir masyarakat, tak hanya Eropa, tapi juga dunia atas keamanan produk makanan yang dikonsumsi.

Seperti dikutip dari Shine (1/6), lebih dari 1.150 pasien di Jerman dan Swedia telah melaporkan gejala serius infeksi E.coli. Ditambah, kasus yang timbul di Prancis, Denmark, Inggris, Belanda, dan Swiss.

Menurut seorang sumber yang merupakan seorang pejabat, infeksi ini disebabkan mentimun dari Spanyol. Meski begitu, penyelidikan akan terus dilaukan guna mengidentifikasi asal muasal timun yang tercemar bakteri E.coli yang telah di ekspor ke ke negara-negara Eropa lainnya.

Sementara Spanyol ditunjuk sebagai pihak yang bersalah, produksi timun negara itu pun dihentikan. Meski kecewa dan marah, para petani Spanyol pun terpaksa memenuhi aturan itu. Beberapa petani telah menghancurkan panen timun mereka, sedangkan yang lainnya berani menunjukkan kepada publik dengan memakan sendiri timun panen mereka sembari menyerukan adanya penyelidikan lebih lanjut.

Para peneliti mengatakan kaum yang kini paling riskan yakni para perempuan muda, Itu mungkin karena kini semakin banyak perempuan yang mulai makan makanan sehat. Padahal sebelumnya, kaum yang paling rentan adalah anak-anak dan lansia.

Wabah E.coli serupa pernah terjadi di Amerika pada 1994 dan 1995. Yang menjadi korban jiwa waktu itu yakni empat anak dan ratusan lainnya yang terinfeksi hamburger yang terkontaminasi di sebuah restoran cepat saji.

Untuk itu, kini para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk benar-benar mencuci bersih sayuran seperti timun dan selada. Dan, segera cari bantuan medis jika Anda mengalami gejala terinfeksi E.coli. (Pri/OL-06)

Sumber : www.mediaindonesia.com

Betapa pilu kondisi bayi Siti Arrahma yang lahir dengan jantung di luar tubuh. Orang bisa melihat pergerakan detak jantung bayi usia 4 hari itu karena posisinya yang berada di dada. Diagnosa dokter sementara adalah extra cardiac, yaitu kelainan jantung bawaan lahir dengan organ jantung berada di luar rongga dada.

Bayi Siti Arrahma adalah anak pertama dari pasangan Khairudin (28 tahun) dan Diana (24 tahun) asal Muara Basung, Kec. Pinggir, Bengkalis, Riau. Lahir tanpa keluhan apa-apa, pasangan tersebut kaget ketika melihat putri mungilnya lahir dengan organ jantung berdetak di luar tubuh.

“Awal lahir biasa saja, waktu hamil juga nggak ada keluhan apa-apan, cuma ya itu jantungnya di luar. Saya berharap anak saya bisa kembali normal dan sehat,” ujar Khairudin, ayah Arrahma, saat dihubungi detikHealth, Jumat (16/9/2011).

Siti Arrahma lahir secara spontan dengan bantuan dukun kampung terlatih pada 12 September 2011. “Ini yang pertama di keluarga saya dan katanya juga pertama kali di Pekanbaru. Kita nggak ada yang pernah mengalami ini sebelumnya,” jelas Khairudin, yang mengaku tak memiliki pekerjaan tetap.

Begitu lahir, keluarga langsung melarikannya ke RSU Duri untuk mendapatkan pertolongan. Tak sanggup menangani, bayi Arrahma dirujuk ke RS Umum Pekanbaru, namun karena kehabisan tempat kini Arrahma yang malang dirawat secara intensif di RS Islam Ibnu Sina, Pekanbaru, sejak 13 September 2011.

“Kondisi tanda vitalnya bagus dengan oksigen tekanan positif bagus. Cuma jantungnya berdetak di luar tubuh, terlahir dengan kondisi extra cardiac. Denyut jantungnya berkisar 120-140 kali per menit (normal untuk bayi yang baru lahir), dengan berat badan lahir 2,8 kg dan sekarang 2,75 kg. Bayi terlahir dengan panjang 48 cm,” ujar Ides, Kepala Perawat Intensif RS Islam Ibnu Sina.

Bayi Arrahma kini masih ditempatkan di tabung inkubator, dengan alat bantuan oksigen, infus dan organ jantung dibalut dengan kain kasa. Namun karena kasus ini merupakan yang pertama kali terjadi di Pekanbaru, Arrahma direncanakan akan dibawa ke RSJ Harapan Kita, Jakarta, untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

“Kondisinya stabil dan detak jantung juga normal, cuma ya di luar letaknya. Sekarang sudah ada 2 dokter dari poli bedah jantung RSJ Harapan Kita Jakarta yang datang. Hari ini rencana akan dievakuasi ke Jakarta, kita masih nunggu keputusan dokter,” jelas Sarti Utama Dewi, Humas RS Islam Ibnu Sina, Pekanbaru. (mer/ir)

*Foto: dok. Doddy Vladimir dan Defizal

Sumber : detikom

Bayi asal Riau, Siti Arrahma yang terlahir dengan jantung berada di luar tubuh menjalani operasi pertama di Rumah Sakit Anak Bunda (RSAB) Harapan Kita Jakarta. Pada tahap pertama, operasi dilakukan untuk memasang selaput atau kulit jantung buatan dari jaringan sapi.

Selaput sintetis yang akan dipakai untuk membungkus jantung siti diupayakan memakai pericardium atau jaringan dari kulit sapi. Namun jika dalam operasi yang tengah berlangsung saat ini nantinya tidak memungkinkan untuk memasang pericardium sapi, selaput itu akan dibuat dari bahan lain yang steril.

“Nanti kita lihat dulu, kalau bisa ya pakai pericardium sapi. Tapi kalau tidak ya asal ketutup saja dulu,” ungkap spesialis bedah jantung yang menangani Siti, dr Tri Wisesa dalam jumpa pers di RSAB Harapan Kita, Slipi, Jakarta, Rabu (21/9/2011).

Dikatakan oleh dr Tri, kondisi yang dialami Siti sangat kompleks sehingga operasinya harus dilakukan secara bertahap. Setelah jantungnya tertutup, operasi selanjutnya adalah memperbaiki kelainan pada jantungnya sendiri.

Berdasarkan pemeriksaan, Siti juga memiliki beberapa kelainan selain letak jantungnya yang ada di luar. Di dalam jantungnya sendiri terdapat kelainan ventricle septal deffect, yakni kelainan bawaan yang membuat sekat jantungnya tidak normal.

Mengenai biayanya, Dinas Kesehatan Pekanbaru telah menyatakan kesediaannya untuk membantu operasi Siti. Dengan didukung juga oleh rumah sakit dan pemerintah pusat, dipastikan orangtua siti tidak perlu menanggung biaya apapun lagi.

Sementara itu ketua tim dokter yang menangani bayi Siti yakni dr Rudy Firmansyah mengatakan sebenarnya kelainan semacam ini bisa dideteksi sejak dalam kandungan. Namun karena orangtua Siti tidak memeriksakan kehamilannya ke dokter, maka baru ketahuan saat lahir.

“Proses kelahiran Siti dibantu dukun, jadi saya perkirakan selama hamil tidak pernah diperiksa. Dengan USG saja seharusnya bisa terdeteksi. Kalau hanya didengarkan saja ya tidak bisa,” terang dr Rudi.

Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, Siti lahir dengan kelainan ectopia cordis atau jantung terbuka yang hanya terjadi pada 8 dari 1 juta kelahiran. Kondisi jantung Siti lebih langka lagi, karena posisinya benar-benar tidak tertutupi.

Orangtua keberatan jantung Siti difoto

Dalam jumpa pers tersebut, ayah Siti yang juga hadir, Khairudin memberikan pesan khusus kepada wartawan. Ia merasa keberatan jika anaknya ditampilkan di media dalam kondisi jantungnya terbuka.

“Ya kalau bisa, fotonya yang seperti ini saja,” pinta Khairudin sambil menunjuk layar yang menampilkan gambar Siti dengan jantung terbungkus perban. (up/ir)

Sumber : detikom

Rangkaian operasi untuk menyembuhkan Siti Arrahma, bayi asal Riau yang memiliki jantung di luar tubuh telah dimulai. Peluangnya memang tidak terlalu besar, sebab tidak mudah memasukkan kembali jantung bayi malang ini ke dalam rongga dada.

Ketua tim dokter yang menangani bayi Siti, dr Rudy Firmansyah, SpA memperkirakan salah satu kesulitannya adalah kapasitas rongga dada terbatas. Normalnya ada 3 kompartemen atau ruangan untuk 2 paru dan 1 jantung, namun pada Siti kompartemen jantung terlalu lama dikosongkan.

“Kalau dibiarkan kosong, maka paru-parunya akan ekspansi dan menempati rongga jantung tersebut. Kalau sudah demikian, sulit memasukkan jantungnya,” ungkap dr Rudy seusai jumpa pers di RSAB Harapan Kita Jakarta, Rabu (21/9/2011).

Tahapan untuk memasukkan kembali jantung Siti ke dalam rongga dada memang masih jauh. Sebab hal pertama yang akan dilakukan tim dokter adalah memperbaiki dulu kelainan-kelainan pada jantung Siti. Selain letaknya di luar tubuh, jantung bayi malang ini juga memiliki masalah lain yang kompleks.

Hal pertama yang akan dilakukan Tim dokter adalah menutup jantung yang ada di luar tubuh bayi Siti Arrahma dengan memasang selaput atau kulit jantung buatan dari jaringan sapi. Jantung di kulit dada bayi itu harus ditutup untuk menghindari infeksi dan agar tidak mudah tersentuh. Jika jantung tersebut tersentuh maka denyut akan terganggu.

Jantung dari anak pasangan Khairuddin-Diana ini memiliki kelainan bawaan berupa ventricular septal defect atau lubang pada sekat jantungnya. Bukan itu saja, bayi Siti juga masih memiliki masalah jantung lainnya seperti tetralogy of fallot, bahkan termasuk komplikasi pada paru-paru.

Meski harapannya relatif kecil, tim dokter gabungan dari RSAB dan RS Jantung Harapan Kita akan mengupayakan yang terbaik. Terbukti dengan banyaknya ahli yang dilibatkan antara lain ahli neonatologi, ahli jantung, ahli jantung anak, ahli anestesi, ahli bedah plastik dan perawat yang terkait.

Pentingnya pemeriksaan semasa hamil

Kondisi jantung bayi di luar tubuh sebenarnya bisa dideteksi sejak ibu hamil, namun hal tersebut tidak terjadi pada ibu si bayi karena kurangnya perawatan antenatal (sebelum kelahiran) atau semasa hamil. Bayi Siti dilahirkan dengan bantuan dukun beranak, sehingga kemungkinan besar orangtuanya tidak pernah memeriksakan kehamilan ke dokter.

Seandainya diperiksa, berbagai kelainan pada janin bisa terdeteksi dengan Ultra Sonografi (USG) sejak usia kehamilan 16-22 minggu. Jika terdeteksi, maka penanganannya bisa dilakukan lebih cepat sehingga peluang keberhasilannya juga akan semakin besar.

“Sekecil apapun selalu ada harapan. Kalaupun ketahuan lewat USG, janinnya juga tidak lantas digugurkan. Kondisi seperti ini tidak termasuk kelainan yang masuk kategori perlu digugurkan,” pungkas dr Rudy.
(up/ir)

Sumber : detikom

Sampai saat ini, banyak orang yang berpendapat bahwa kanker adalah penyakit yang jarang ditemui dan lebih banyak dialami negara-negara maju. Tapi ternyata hal itu salah besar. Di negara-negara maju, kasus kanker memang mengalami kenaikan, tapi tingkat kejadian dan persentase kenaikannya tidak setinggi di negara berkembang.

Menurut penelitian yang dilakukan WHO pada tahun 2003, ditemukan bahwa penyakit jantung adalah penyebab kematian tertinggi di dunia dan kanker berada di urutan nomor 2. Angka kematian akibat kanker ini bahkan lebih besar daripada angka kematian akibat penyakit tubercolusis (TBC), malaria dan HIV digabung menjadi satu.

Di negara berkembang khususnya, jumlah kanker dari tahun ke tahun semakin meningkat dan melebihi persentase di negara maju. Alasannya, banyak masyarakat di negara berkembang tak bisa menghindar dari lingkungan yang karsinogenik karena regulasi yang lemah dan masyarakat yang kurang paham mengenai faktor-faktor risiko pemicu kanker.

“Salah satu contohnya adalah makanan ikan asin. Dalam pengolahannya, ikan asin ini menghasilkan bahan yang karsinogenik. Sama seperti membakar daging hingga gosong yang juga memicu kanker,” kata DR Dr Aru Sudoyo, SppD, K-HOM, FINASIM, FACP, dokter spesialis onkologi dalam acara Diskusi Health Forum: Harapan Baru bagi pasien Kanker yang diselenggarakan Roche di Hotel Four Seasons Jakarta, Jumat (22/6/2012).

Menurut data WHO pada tahun 2005, sebanyak 7,5% kematian di dunia disebabkan oleh kanker, 5,5% di antaranya terjadi di negara berkembang dan 2,5% di negara maju. Pada tahun 2015, angkanya diperkirakan naik menjadi 9,1%. Sebanyak 6,7% di antaranya terjadi di negara berkembang dan 2,3% di negara maju.

Pada tahun 2030, diperkirakan di negara berkembang angkanya akan naik menjadi 8,9% dan negara maju 2,5%. Artinya, kenaikan kasus kanker di negara-negara berkembang jauh lebih cepat dan tinggi dibanding di negara-negara maju.

Dr Aru memberi salah satu contoh, yaitu kasus kanker usus besar. Sebanyak 41,2% kasus kanker usus besar terjadi di Asia Pasifik, 38% di Eropa dan 14,3% terjadi di Amerika Utara. Padahal, kasus kanker ini awalnya banyak dijumpai di negara-negara maju.

Tak hanya itu, kasus-kasus orang dewasa berusia paruh baya di Indonesia yang mulai terjangkit kanker juga mulai banyak. Umumnya orang mulai terekspos zat-zat penyebab kanker pada usia 20 tahun dan kanker mulai berkembang pada usia di atas 40 tahun. Namun di Indonesia, kasus kanker sudah banyak dialami orang yang berusia di bawah 40 tahun.

“Di negara maju, angka kejadian kanker kolorektal adalah sebesar 3% pada orang berusia di bawah 40 tahun. Di Indonesia, angkanya bisa mencapai 30%,” kata dr Aru.

Dr Aru menambahkan, kanker pada stadium I masih memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi, yaitu sekitar 80 – 90%. Oleh karena itu, diagnosa dini sangat penting untuk mencegah perkembangan sel-sel kanker menjadi semakin parah. Apabila sudah memasuki stadium IV, tingkat kesembuhannya hanya 5%.

Beberapa jenis kanker juga banyak yang sulit terdeteksi sampai ketika menimbulkan gejala pada stadium lanjut. Misalnya kanker paru-paru yang baru terasa mengganggu pernapasan saat masuk stadium III. Dr Aru menekankan agar masyarakat mulai mengubah pola hidup agar terhindar dari kanker.

“Penelitian menunjukkan bahwa banyak makan buah dan sayuran akan menurunkan risiko kanker sebanyak 25%. Namun banyak orang yang tidak tahu atau tidak menerapkannya,” kata dr Aru.
(pah/ir)

Sumber : detikcom

Jakarta, Banyak orang yang mengalami gagal diet saat liburan karena banyaknya godaan makan dari luar. Setidaknya hindari kesalahan diet yang sering terjadi saat liburan. Apa saja?

Liburan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang sedang menjalankan program diet. Tapi ada beberapa yang dapat dilakukan agar Anda tak gagal diet saat liburan.

Berikut beberapa kesalahan diet yang harus dihindari saat liburan, seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (21/5/2011):

Kesalahan 1: Terlalu Menahan Diri
Saat liburan adalah saat yang sulit untuk menghindari godaan terutama yang berhubungan dengan makanan. Terlalu menahan diri hanya akan menyiksa diri Anda. Pendekatan yang lebih baik adalah makan makanan yang Anda sukai dengan porsi kecil.

Kesalahan 2: Minum Alkohol Berlebihan
Orang yang minum alkohol sebelum makan, cenderung makan berlebihan karena alkohol dapat meningkatkan nafsu makan. Jadi meskipun liburan, sebaiknya batasi atau tidak sama sekali minum alkohol.

Kesalahan 3: Makan Dengan Emosional
Saat liburan tak sedikit orang yang berpikir program diet juga libur, sehingga makan menjadi secara emosional dan gila-gilaan. Hindari cara makan ini bila Anda tidak ingin berat badan naik secara berlebihan setelah liburan.

Kesalahan 4: Melewatkan Sarapan
Orang-orang yang melewatkan sarapan lebih mungkin ngemil sepanjang hari dan meningkatkan asupan kalori dibandingkan yang makan sarapan. Meskipun ide tidak sarapan bisa sangat memikat ketika seseorang mencoba untuk menurunkan berat badan, tetapi hal tersebut ternyata tidak bekerja. Jangan lewatkan sarapan, karena makan sesuatu setelah bangun tidur dapat meningkatkan metabolisme sebanyak 10 persen.

Kesalahan 5: Banyak Minum Minuman Manis Tinggi Kalori
Minuman manis seperti soft drink, jus botolan, teh manis benar-benar dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Cobalah perbanyak minum air putih dan kurangi minum minuman manis, meski saat liburan.

Sumber : detikcom

Penelitian terbaru yang digelar peneliti Spanyol menemukan bahwa susu kambing memiliki nilai nutrisi yang memiliki nilai nutrisi setara dengan susu manusia.

Para peneliti di University of Granada Departemen Fisiologi dan Institut Gizi dan Teknologi Pangan berkoordinasi dengan Prof Margarita Sanchez Campos telah membuktikan bahwa susu kambing memiliki karakteristik gizi bermanfaat bagi kesehatan.

Penderita anemia yang mengonsumsi susu kambing secara rutin akan mengalami pemulihan. Susu kambing meningkatkan penggunaan gizi zat besi dan meningkatkan regenerasi hemoglobin. Ditemukan pula susu kambing memiliki banyak nutrisi yang berperan sebagai kasein yang membuatnya mirip dengan susu manusia. Susu kambing juga mengandung sedikit alpha kasein 1 yakni senyawa yang bertanggung jawab atas alergi sebagian besar sapi susu. Oleh karena itu, susu kambing termasuk HA atau hypoallergenic.

“Karena itulah, di beberapa negara, formula ini digunakan sebagai dasar untuk pengembangan susu formula bayi,” kata para peneliti seperti dikutip dari Sciencedaily (19/5). Selain itu, manfaat lain susu kambing mengandung sejumlah besar oligosakarida dengan komposisi yang sama dengan susu manusia. Senyawa ini mencapai usus besar dan bertindak sebagai prebiotik dengan membantu mengembangkan flora probiotik yang bersaing dengan flora bakteri pathogen agar menghilang.

Susu kambing mengandung laktosa yang lebih rendah 1 persen daripada susu sapi. Para peneliti menambahkan bahwa susu kambing kaya akan kalsium dan fosfor. Susu ini juga memiliki lebih banyak kandungan seng dan selenium yang berkontribusi penting terhadap pertahanan antioksidan dan untuk pencegahan penyakit neurodegeneratif.

Oleh karena itu, para peneliti menganggap bahwa konsumsi rutin susu kambing harus dipromosikan kepada penduduk dunia. (Pri/OL-06)

Sumber : www.mediaindonesia.com

Gaya bicara yang tidak tepat bisa membuat orang lain salah tanggap atau tidak mendengar dengan baik. Untuk itu ketahui cara bicara yang benar agar bisa ditangkap dengan baik oleh telinga.

Suara yang dihasilkan oleh setiap orang ketika berbicara memang berbeda-beda, ada orang yang berbicara dengan suara kecil atau pelan, ada yang gaya bicaranya seperti teriak-teriak, ada yang cepat dan ada pula yang lambat.

Berdasarkan studi yang dilaporkan dalam pertemuan American Association for Public Opinion Research, tim peneliti dari University of Michigan menemukan bahwa ada karakteristik bicara tertentu yang ideal sehingga didengar dengan baik oleh telinga dan orang lain.

Peneliti menganalisis kecepatan, kelancaran dan nada suara dari seorang telemarketer dan menghubungkannya dengan informasi serta keberhasilan orang tersebut dalam meyakinkan orang lain. Studi ini melibatkan 1.300 orang partisipan.

Studi menemukan gaya bicara yang ideal adalah tidak terlalu cepat tapi juga tidak terlalu lambat, tidak perlu terlalu bersemangat dan diselingi dengan beberapa jeda. Kecepatan yang dianggap ideal sekitar 3,5 kata per detik.

Kondisi ini selain bisa membuat orang lain mendengar dengan baik juga membantu telinga menginformasikan secara benar apa yang didengarnya. Karenanya bicara terlalu cepat atau lambat akan menjadi tidak efektif.

“Variasi nada bicara juga bisa membantu, asalkan tidak terlalu berlebihan atau banyak sehingga membuat orang lain malas mendengarkannya,” ujar Jose Benki, seorang peneliti khusus psikolinguistik dari Michigan’s Institute for Social Research, seperti dikutip dari Healthland.TIME, Senin (23/5/2011).

Dalam keadaan normal, biasanya seseorang akan memiliki jeda sekitar 4-5 kali per menit dengan mengeluarkan suara kecil yang diyakini bisa dipercaya oleh pendengarnya. Dan sebaiknya tidak melebihi 50 desibel agar tidak merusak pendengaran.

Suara yang terlalu keras bisa membahayakan kondisi telinga, terutama sel-sel rambut yang terdapat di dalam koklea (rumah siput). Sel rambut ini berfungsi untuk menangkap frekuensi dari suara dan meneruskannya ke pusat pendengaran di otak. Jika suara yang didengar terlalu keras bisa mengganggu kerja sel-sel rambut yang lama kelamaan akan menurunkan fungsi pendengaran orang tersebut.

Sumber : detikcom

Dalam proses pertumbuhan serta perkembangannya, anak-anak membutuhkan nutrisi tertentu untuk membantunya. Ketahui nutrisi penting apa saja yang dibutuhkan oleh si kecil.

Setiap nutrisi yang masuk ke dalam tubuh memiliki fungsi sendiri-sendiri, karenanya setiap anak membutuhkan makanan yang beragam untuk memenuhi semua kebutuhannya. Berikut ini nutrisi yang dibutuhkan si kecil dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, seperti dikutip dari Babycenter, Senin (23/5/2011) yaitu:

Asam lemak esensial (essential fatty acid/EFAs)
Nutrisi ini berguna untuk membangun sel, mengatur sistem saraf, memperkuat sistem kardiovaskular, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, diperlukan untuk fungsi otak serta mata dan membantu tubuh menyerap energi. Asupan untuk anak usia 1-3 tahun sebesar 0,7 gr per hari untuk omega 3 dan 7 gram untuk omega 6, sedangkan usia 4-8 tahun sebesar 0,9 gram per hari untuk omega 3 dan 10 gram untuk omega 6.

Magnesium
Nutrisi ini berfungsi untuk menjaga tulang tetap kuat, irama jantung stabil, otot dan fungsi saraf serta mendukung sistem kekebalan tubuh. Asupan untuk anak usia 1-3 tahun sebanyak 80 mg per hari dan anak usia 4-8 tahun sebanyak 130 mg per hari. Sumbernya alpukat, pisang, kismis, beras merah.

Kalsium
Nutrisi ini berguna untuk membangun tulang dan gigi yang kuat, mempromosikan saraf dan fungsi otot yang sehat, membantu proses pembekuan darah dan membantu mengubah makanan menjadi energi. Asupan untuk anak usia 1-3 tahun adalah 500 mg per hari dan usia 4-8 tahun sebanyak 800 mg per hari. Sumbernya dari tofu, tahu, yogurt, susu, keju.

Kalium (potasium)
Nutrisi ini bersama natrium akan berfungsi mengontrol keseimbangan cairan di tubuh, menjaga tekanan darah, fungsi otot dan mengurangi risiko batu ginjal serta osteoporosis. Asupan untuk anak usia 1-3 tahun sebanyak 3.000 mg per hari dan untuk anak usia 4-8 tahun sebanyak 3.800 mg per hari. Sumbernya dari kentang, jus tomat, biji bunga matahari, bayam, almond, semangka.

Zat besi
Nutrisi ini penting dalam membuat hemoglobin (pigmen merah dalam darah pembawa oksigen) dan mioglobin (pigmen penyimpan oksigen dalam otot). Asupan untuk anak usia 1-3 tahun seebsar 7 mg per hari dan anak usia 4-8 tahun sebesar 10 mg per hari. Sumbernya dari bayam, kacang-kacangan, oatmeal.

Zing (seng)
Nutrisi ini dibutuhkan oleh lebih dari 70 enzim yang membantu proses pencernaan, metabolisme dan penting untuk pertumbuhan. Asupan untuk anak usia 1-3 tahun sebanyak 3 mg per hari dan anak usia 4-8 tahun sebanyak 5 mg per hari. Sumbernya dada ayam tanpa kulit, yogurt buah, tofu, keju mozarella dan cheddar.

Vitamin A
Vitamin ini memainkan peran penting dalam penglihatan dan pertumbuhan tulang, melindungi tubuh dari infeksi, meningkatkan pertumbuhan sel dan jaringan. Asupan untuk anak usia 1-3 tahun sebanyak 1.000 IU (300 mikrogram RAE/retinol activity equivalents) per hari dan untuk anak usia 4-8 tahun sebanyak 1.320 IU (400 mikrogram RAE). Sumbernya jus wortel, ubi jalar, brokoli, bayam mentah, pepaya.

Vitamin C
Vitamin ini membantu memperbaiki dan membentuk sel-sel darah merah, tulang dan jaringan, menjaga gusi anak dan memperkuat pembuluh darah, serta membantu tubuh menyerap zat besi. Asupan untuk anak usia 1-3 tahun sebanyak 15 mg per hari dan untuk anak usia 4-8 tahun sebanyak 25 mg per hari. Sumbernya jambu biji merah, kiwi, mangga, strawberry, kentang dengan kulitnya.

Vitamin D
Vitamin ini membantu tubuh menyerap mineral seperti kalsium dan membangun gigi serta tulang yang kuat, berperan dalam pengaturan sel dan produksi insulin. Asupan untuk vitamin D ini tidak memandang usia, rata-rata kebutuhan vitamin D untuk anak sebanyak 400 IU (10 mikrogram) per hari. Sumbernya kuning telur, salmon, mackerel.

Vitamin E
Vitamin ini membatasi produksi radikal bebas yang bisa merusak sel, memperbaiki DNA dan proses metabolisme lainnya. Asupan untuk anak usia 1-3 tahun sebanyak 6 miligram per hari dan anak usia 4-8 tahun sebanyak 7 mg per hari. Sumbernya minyak jagung, minyak kedelai, mangga, kiwi.

Sumber : detikcom