News Archived


Jantung di Luar Tubuh Bayi Siti Arrahma Sulit Dimasukkan Lagi

Jantung di Luar Tubuh Bayi Siti Arrahma Sulit Dimasukkan Lagi

Rangkaian operasi untuk menyembuhkan Siti Arrahma, bayi asal Riau yang memiliki jantung di luar tubuh telah dimulai. Peluangnya memang tidak terlalu besar, sebab tidak mudah memasukkan kembali jantung bayi malang ini ke dalam rongga dada.

Ketua tim dokter yang menangani bayi Siti, dr Rudy Firmansyah, SpA memperkirakan salah satu kesulitannya adalah kapasitas rongga dada terbatas. Normalnya ada 3 kompartemen atau ruangan untuk 2 paru dan 1 jantung, namun pada Siti kompartemen jantung terlalu lama dikosongkan.

"Kalau dibiarkan kosong, maka paru-parunya akan ekspansi dan menempati rongga jantung tersebut. Kalau sudah demikian, sulit memasukkan jantungnya," ungkap dr Rudy seusai jumpa pers di RSAB Harapan Kita Jakarta, Rabu (21/9/2011).

Tahapan untuk memasukkan kembali jantung Siti ke dalam rongga dada memang masih jauh. Sebab hal pertama yang akan dilakukan tim dokter adalah memperbaiki dulu kelainan-kelainan pada jantung Siti. Selain letaknya di luar tubuh, jantung bayi malang ini juga memiliki masalah lain yang kompleks.

Hal pertama yang akan dilakukan Tim dokter adalah menutup jantung yang ada di luar tubuh bayi Siti Arrahma dengan memasang selaput atau kulit jantung buatan dari jaringan sapi. Jantung di kulit dada bayi itu harus ditutup untuk menghindari infeksi dan agar tidak mudah tersentuh. Jika jantung tersebut tersentuh maka denyut akan terganggu.

Jantung dari anak pasangan Khairuddin-Diana ini memiliki kelainan bawaan berupa ventricular septal defect atau lubang pada sekat jantungnya. Bukan itu saja, bayi Siti juga masih memiliki masalah jantung lainnya seperti tetralogy of fallot, bahkan termasuk komplikasi pada paru-paru.

Meski harapannya relatif kecil, tim dokter gabungan dari RSAB dan RS Jantung Harapan Kita akan mengupayakan yang terbaik. Terbukti dengan banyaknya ahli yang dilibatkan antara lain ahli neonatologi, ahli jantung, ahli jantung anak, ahli anestesi, ahli bedah plastik dan perawat yang terkait.

Pentingnya pemeriksaan semasa hamil

Kondisi jantung bayi di luar tubuh sebenarnya bisa dideteksi sejak ibu hamil, namun hal tersebut tidak terjadi pada ibu si bayi karena kurangnya perawatan antenatal (sebelum kelahiran) atau semasa hamil. Bayi Siti dilahirkan dengan bantuan dukun beranak, sehingga kemungkinan besar orangtuanya tidak pernah memeriksakan kehamilan ke dokter.

Seandainya diperiksa, berbagai kelainan pada janin bisa terdeteksi dengan Ultra Sonografi (USG) sejak usia kehamilan 16-22 minggu. Jika terdeteksi, maka penanganannya bisa dilakukan lebih cepat sehingga peluang keberhasilannya juga akan semakin besar.

"Sekecil apapun selalu ada harapan. Kalaupun ketahuan lewat USG, janinnya juga tidak lantas digugurkan. Kondisi seperti ini tidak termasuk kelainan yang masuk kategori perlu digugurkan," pungkas dr Rudy.
(up/ir)


Sumber : detikom




Updated 25 September 2011 00:19


Share ›      Facebook Share      Twit It Now!   
CUSTOMER CARE

+62 264 8223434, 8223444

+62 811 129434

+62 817 0129434

PEMESANAN OBAT

+62 813 1872 6655

+62 818 0919 9788

Chat With Us !










   

Share :

Find Us :


@ Google Map