Water Therapy : Pentingnya memahami cara minum yang benar

9 November 2020



Tubuh manusia mengandung 70% air. Fungsi cairan tubuh ini bermacam-macam mulai dari pencernaan, penyerapan, sirkulasi, pembentukan air liur dan lendir, sirkulasi nutrisi, hingga penyeimbangan suhu tubuh. Peranan lain air dalam tubuh salah satunya sebagai “Pengangkut” bahan makanan yang akan dibentuk menjadi sel-sel hidup yang diperlukan oleh seluruh jaringan tubuh dan untuk sirkulasi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Selain itu, air dapat mengangkut sel-sel mati untuk dibawa ke tempat pembuangannya.

Saat kita kekurangan asupan air atau dehidrasi beberapa fungsi tubuh akan menurun. Begitu pula saat tubuh kita menerima asupan air terlalu banyak dibanding jumlah yang dibutuhkan. Apabila aliran air dalam tubuh terhambat karena kurangnya masukan cairan ke dalam tubuh, maka keseimbangan kerja organ-organ tubuh akan terganggu sehingga penumpukan toksik atau racun dalam tubuh akan meningkat. Penumpukan racun dalam tubuh tentu akan memacu timbulnya penyakit. Maka, seperti yang kita sering dengar bahwa kekurangan minum dapat menimbulkan berbagai penyakit dalam tubuh. Ini mengapa asupan air yang benar-benar cukup sangat penting untuk tubuh.

Bagaimana cara minum yang baik untuk kesehatan ?
Waktu minum yang baik adalah 2 gelas tepat setelah bangun tidur, setiap 2 jam sebelum dan sesudah makan, dan 2 jam sebelum tidur.

1. Jumlah konsumsi air per hari


Untuk memperoleh manfaat kesehatan yang maksimal, terdapat alur yang perlu diperhatikan saat
meminum air setiap harinya. Alur tersebut tentu disesuaikan dengan karakter tubuh masing-masing
dan karakter air itu sendiri. Tubuh manusia berisi kandungan air lebih dari 70%-nya. Oleh karena itu,
jumlah air yang harus kita berikan ke tubuh minimal 2 liter atau 8 gelas ukuran 250cc per hari.

2. Tidak minum air saat makan dan tepat setelah makan


Kebiasaan minum saat dan tepat setelah makan harus dikurangi karena makanan yang kita kunyah
di dalam mulut sebenarnya bercampur dengan air liur (kelenjar ludah) yang memiliki kandungan
enzim amilase yang salah satu fungsinya untuk membantu menyempurnakan pengolahan makanan
dalam lambung.
Selain itu makanan yang ditelan akan bercampur dengan berbagai enzim dan gastric juice di dalam
lambung (gastric juice adalah cairan yang diproduksi dalam tubuh). Maka, apabila kita minum saat
makan dan tepat setelah makan akan memisahkan makanan yang sudah bercampur enzim tersebut.
Akibatnya, proses pengolahan makanan akan terganggu dan tidak sempurna. Sehingga nutrisi yang
dibutuhkan tubuh tidak maksimal, pembuangan sisa olahan tubuh terhambat, dan menimbulkan
penyakit seperti perut kembung dan konstipasi.

3. Minum air di waktu yang tepat dan sehat


Minum yang tepat sebaiknya 2 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan, dapat juga di antara
waktu makan (seperti antara makan pagi dan siang, dan antara makan siang dan malam). Jadi
apabila kita akan minum saat makan atau tepat setelah makan disarankan paling banyak minum
sebanyak setengah gelas air. Saat meminum disarankan untuk berkumur-kumur sebelum ditelan
agar air yang diminum bercampur dengan enzim dalam mulut


4. Tidak minum air sebelum tidur


Kebiasaan minum menjelang tidur akan mengganggu kualitas tidur dan mengurangi waktu ginjal
beristirahat. Banyaknya cairan yang masuk pada malam hari juga akan memaksa ginjal bekerja di
waktu istirahatnya. Selain itu, tidur akan terganggu karena buang air kecil sedangkan perbaikan
jaringan sel yang rusak dilakukan tubuh pada malam hari. Kualitas tidur yang baik sangat
mempengaruhi kualitas kesehatan tubuh. 

 

Kebiasaan minum yang baik akan membuat pencernaan menjadi lebih baik, fungsi ginjal untuk
membuang racun dalam tubuh juga akan lebih optimal. Ingin selalu sehat dan tidak ingin menumpuk
racun? Yuk minum yang cukup! . Karena tubuh anda adalah dokter yang terbaik

 

Sumber: Husen Ahmad Bajry, M.D., Ph. D. (2008). Tubuh Anda adalah Dokter yang Terbaik. Purwakarta: Holistic Indonesia.